Tentang MWC NU Kecamatan Citeureup
Dari Citeureup, untuk Umat
Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Citeureup adalah rumah bersama bagi warga nahdliyin di Citeureup, Kabupaten Bogor. Kami adalah kepengurusan NU di tingkat kecamatan, yang menaungi ranting-ranting NU dan badan otonom (banom) di seluruh wilayah Citeureup. Di tingkat desa dan kelurahan, NU hadir melalui Pengurus Ranting NU (PRNU) yang tersebar di 12 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Citeureup.
Kalau NU itu pohon besar yang akarnya tertanam kuat dalam tradisi, MWC adalah dahan yang menghubungkan akar itu dengan ranting-ranting di tiap desa dan kelurahan. Dari sinilah nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyyah mengalir sampai ke musala kampung, majelis taklim, pesantren, sampai obrolan warung kopi.
Kenapa Kami Ada?
Karena umat butuh wadah yang dekat, ramah, dan bisa diandalkan. Zaman bergerak cepat, informasi datang dari mana-mana, dan tidak semuanya menyejukkan. Di tengah itu, MWC NU Citeureup hadir untuk:
- Menjaga tradisi: merawat amaliah dan ajaran ahlussunnah wal jamaah yang sudah diwariskan para ulama.
- Merangkul semua kalangan: dari sesepuh sampai anak muda, dari yang rajin ngaji sampai yang baru mulai belajar.
- Menguatkan ranting: memastikan setiap ranting NU punya ruang tumbuh, saling terhubung, dan tidak jalan sendirian.
- Menjawab tantangan zaman: tetap berpijak pada nilai lama yang baik, sambil terbuka pada cara baru yang lebih baik.
Fokus Kegiatan Kami
Keagamaan
Pengajian rutin, peringatan hari besar Islam, istigasah, dan penguatan amaliah nahdliyin. Tujuannya bukan sekadar ramai acara, tapi supaya ilmu dan akhlak terasa dalam keseharian.
Pendidikan
Dukungan untuk madrasah, TPQ, pesantren, dan lembaga pendidikan di bawah naungan NU. Generasi yang cerdas dan berakhlak adalah investasi paling panjang yang bisa kita tanam.
Sosial
Peduli itu aksi nyata: membantu warga yang sedang kesulitan, menggerakkan bantuan saat musibah, dan menyalurkan kebaikan lewat zakat, infak, dan sedekah.
Pemberdayaan warga
Dari penguatan ekonomi umat, pelatihan, sampai dukungan untuk usaha kecil di lingkungan sekitar. Kami ingin warga tidak hanya kuat imannya, tapi juga mandiri dan berdaya.
Peran Anak Muda dan Banom
Citeureup punya banyak potensi di kalangan generasi muda. Lewat banom seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi yang mau belajar, berorganisasi, dan berkontribusi. Di sini, aktif di NU bisa berarti mengurus acara, mengelola konten digital, mengajar anak-anak ngaji, atau sekadar hadir dan ikut membantu. Semua peran berarti.
Kenapa Ada Laman Ini?
Laman ini dibuat supaya urusan yang penting jadi lebih mudah dan transparan:
- Informasi kegiatan bisa diakses kapan saja, tanpa harus menunggu kabar dari mulut ke mulut.
- Pemeriksaan sertifikat bisa dilakukan sendiri, cepat, dan jelas keabsahannya.
- Donasi lebih mudah, rapi, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Kami percaya, teknologi bukan lawan tradisi. Justru lewat teknologi, kebaikan bisa menjangkau lebih banyak orang dengan lebih cepat.
Ayo Gabung dan Ikut Menjaga
MWC NU Citeureup bukan hanya milik pengurus, tapi milik semua warga nahdliyin. Ikuti kegiatan kami, sebarkan informasi yang bermanfaat, dukung program-programnya, dan jadilah bagian dari ikhtiar menjaga Citeureup yang damai, berilmu, dan saling peduli.
Dari Citeureup, kita jaga tradisi, kita rawat persaudaraan.
Kegiatan Hari Santri Nasional
Setiap 22 Oktober, santri di seluruh penjuru negeri mengenang sebuah hari ketika kitab, sarung, dan doa berpadu dengan keberanian untuk menjaga kemerdekaan.
Kisahnya bermula pada 1945. Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaan, tetapi pasukan Sekutu yang membonceng NICA datang dan hendak menegakkan kembali kekuasaan kolonial. Di tengah keadaan genting itu, Presiden Soekarno meminta fatwa kepada KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus pengasuh Pesantren Tebuireng, tentang hukum membela tanah air.
Jawabannya lahir pada 22 Oktober 1945 sebagai Resolusi Jihad: membela kemerdekaan Republik Indonesia adalah kewajiban agama. Seruan itu bergema dari pesantren ke pesantren. Para kiai dan santri turun ke medan juang, dan semangatnya ikut menyalakan Pertempuran 10 November di Surabaya yang kini kita kenang sebagai Hari Pahlawan.
Selama puluhan tahun, peran santri itu hidup dalam ingatan warga pesantren. Pada 15 Oktober 2015, negara mengukuhkannya lewat Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri. Sejak itu, peringatannya menjadi ruang bersama untuk berterima kasih kepada para kiai, santri, dan pesantren yang ikut merawat Indonesia.
Di Kecamatan Citeureup, semangat itu kami rawat melalui MWC NU, bagian dari Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Hari Santri Nasional 2026 kami peringati dengan lomba, upacara, dan gotong royong warga, sebagai cara meneguhkan cinta tanah air (hubbul wathan), mempererat ukhuwah, dan mengajak generasi muda meneladani para pendahulunya: santri yang menguatkan negeri menuju Indonesia Emas.
Lomba santri
Lomba antar-TPQ dan lembaga dalam delapan cabang, dari anak-anak hingga umum. Peserta dan juara menerima sertifikat berkode verifikasi.
Penggalangan donasi
Dukungan warga untuk menyukseskan rangkaian kegiatan. Setiap donasi bisa dicek kecocokannya dengan catatan panitia.
Upacara peringatan
Upacara bersama memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Citeureup.
Cabang lomba
- Qiroatul KutubRemaja
- Da’i CilikAnak-anak
- Tilawatil Qur’anRemaja
- QosidahUmum
- AzanAnak-anak
- MarawisSekolah Dasar
- Tahfizhul Qur’an Juz 30Anak-anak
- Mewarnai Logo HSNAnak-anak
Struktur Organisasi
Susunan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Masa khidmat 2025–2030.
Mustasyar
Syuriyah
A’wan
Tanfidziyah
Verifikasi sertifikat dan donasi
Pilih yang ingin diperiksa. Data dicocokkan langsung dengan arsip resmi Panitia HSN 2026.
Periksa keaslian sertifikat
Masukkan kode verifikasi yang tercetak di sertifikat, atau pindai QR agar terisi otomatis.
Pastikan donasi Anda tercatat
Masukkan kode atau nomor bukti donasi yang Anda terima dari panitia.
- Siapkan bukti donasi dari panitia, berupa kode atau nomor tanda terima.
- Ketik kode tersebut pada kolom di atas.
- Cocokkan nama dan nominal yang tampil dengan donasi Anda.